Yang dimaksud dengan meratapi mayit atau niyahah adalah menangisnya seseorang lantaran ada keluarganya yang dipanggil oleh Allah dengan cara yang berlebih-lebihan misalnya, dengan menjerit-jerit, mencakar-cakar muka, merobek-robek pakaian, dan sebagainya yang seakan-akan tidak menerima dengan adanya ketentuan dari Allah. Perbuatan yang semacam ini telah dilarang untuk agama dan niyahah itu juga merupakan tradisi jahiliyah yang dilarang, karena itu termasuk perbuatan dosa.
Alasan meratapi nasib sebagai dosa besar:
1. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
"Meratap itu tergolong perbuatan jahiliyah dan sesungguhnya orang yang meratap apabila ia telah mati sebelum ia bertaubat, maka Allah akan memotong baginya pakaian dari lantung dan kutang dari uap api neraka".
2. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim:
"Mayat itu akan disiksa di dalam kuburnya lantaran orang meratapi terhadapnya".
3. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim:
"Sesungguhnya Rasulullah SAW masuk ke (tempat pembaringan) Ibrahim, putranya, sedang beliau dalam keadaan terharu maka kedua mata Rasulullah meneteskan air mata, lalu Abdur Rohman bin Auf berkata, "Ada apa Tuan, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya anak ini rahmat." Kemudian diikutinya dengan yang lain lalu beliau bersabda," Sesungguhnya kedua mata dapat mengeluarkan air mata dan hati dapat merasakan sedih dan kami tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhoi oleh Tuhan kami dan sesungguhnya kami bersedih hati dipisahkan dengan Ibrahim".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar