EPISODE 1
Tempat : di Jailan, seberang Laut Kaspia
Waktu : Siang hari
Pelaku : Abu swaleh dan buah apel
Seorang pemuda tampan. Abu swaleh namanya.Termenung seorang diri.
Wajahnya merunduk di pinggir sungai. Perutnya lapar,lapar sekali.
Beberapa hari ia tak makan. Karena memang tak ada yang dimakan.
Sebuah apel terhanyut di sungai. Pemuda swaleh lalu memungutnya.
kemudian memakannya. Apel siapa ?
Pemuda menyesal,makan apel tanpa izin pemiliknya. "Berdosa aku,"sesalnya.
(begitu jujurnya si pemuda,makan apel hanyut saja merasa berdosa .. # :D
EPISODE 2
Tempat : Di sebuah kebun apel
Waktu : Sore hari
Pelaku : Abu Swaleh dan Abdullah Saumi
Menyesal sang pemuda Abu Swaleh. Dicarinya pemilik apel untuk meminta maaf. Ditelusuri sungai sampai ke hulu. Dan bertemulah dia dengan sebuah kebun apel. Abdullah saumi pemiliknya.
" Ada apa kau pemuda ?" tanya Abdullah Saumi.
" Aku menyesal makan buah apel tanpa izin pemiliknya," kata Abu swaleh.
" Siapa pemiliknya ?"
" Mungkin Tuan"
"Mungkin Tidak"
" Tapi aku perlu minta maaf."
"Hanya karna makan buah apel itu ?"
"ya"
" siapa namamu wahai pemuda ?"
"Abu swaleh."
"Akulah pemilik kebun apel ini."
" Aku meminta maaf karena makan apel tuan tanpa izin tuan."
" Tetapi syaratnya berat"
" Seberat apapun akan ku jalani, asal Tuan memberi maaf."
" Mau menikahi putriku?"
" Mau "
" Tapi,..."
"Tapi apa ?"
" Putriku buta,bisu dan lumpuh."
" Heh....?"
( Sang pemuda terperanjat campur bingung , tetapi menerimanya dengan ikhlas).
EPISODE 3
Tempat : Rumah Abdullah Saumi
Waktu : Malam hari
Acara : Akad nikah dan walimatul urusy
Pelaku : Abdullah saumi dan calon menantu
Janji adalah hutang. Pantang muslim mengingkari. Demi sepotong ampunan,pernikahan dengan gadis cacatpun ia jalani.Apapun yang terjadi.
"Kunikahkan engkau,Abu swaleh dengan Fatimah binti Abdullah Saumi dengan maskawin ketulusanmu,"
kata Abdullah saumi.
"Kuterima pernikahannya dengan maskawin ketulusanku,"Kata Abu swaleh.Maka sahlah pernikahan mereka. Abu swaleh dengan gadis bisu,tuli, dan lumpuh.
( Menurut syariat islam,akad nikah tanpa kehadiran calon pengantin wanita di hadapan calon pengantin pria.)
EPISODE 4
Tempat : Kamar Pengantin
Waktu : Tengah Malam
Pelaku : Abu swaleh dan Fatimah
Walimatul urusy berakhir tengah malam. Para tamu telah kembali. Tiba waktunya malam pengantin. Malam-malam kasmaran yang dinantikan. Tetapi hati Abu swaleh campur aduk ,penuh ragu.
"Assalamualaikum," diketuknya kamar pengantin wanita.
"Waalaikum salam,"balasa suara dari dalam kamar
"Loh kok bisa menjawab,"gumamnya.
Abu swaleh membuka pintu. Kakinya melangkah masuk. Gadis itu berdiri menyambutnya di depan pintu. Ia terperanjat,Matanya terbelalak. Di mukanya berdiri seoranmg "Bidadari". Ia sangsi, lalu bertanya.
"Benarkah kau Fatimah istriku ?"
"Benar"
"Fatimah binti Abdullah Saumi?"
" Ya,memangnya kenapa ?"
"Oh tidak,"jawabnya tergopoh
(Sang menantu bergegas keluar kamar pengantin menemui sang mertua, Dia "menggugat".)
EPISODE 5
Pelaku : Menantu dan Mertua
Bergegas Abu swaleh meninggalkan kamar pengantin,Ditemua sang mertu di beranda rumah.
"Ada apa menantu ?"
"Benarkah Fatimah putrimu yang kau janjikan itu ?"
" benar,memangnya kenapa ?"
"Dia tidak cacat,Bisu,buta dan lumpuh sepertyi yang kau katakan."
"Aku cuma ingin menguji kejujuranmudan kesetiaan janjimu".
" Tapi dia tidak bisu,Tuli dan lumpuh."
"Dia bisu,karena tak pernah mengucapkan kata-kata yang tak patut dikatakan sebagai seorang muslimah. Dia buta karena matanya tak pernah digunakan untuk melihat hal-hal yang dilarang oleh syariat.Dia lumpuh karena kakinya tak pernah keluar rumah kecuali perlu secara syariat dan mesti disertai mahramnya."
ENDING
Waktu : Tahun 470H
Empat puluh tahun sudah usia perkawinan mereka. Berbahagialah pasangan Abu swaleh dengan Fatimah. Pemuda yang jujur bertemu istri Sholihah :').
Pada bulan ramadhan tahun 470 H. Dari rahim Fatimah lahirlah seorang bayi. Merka memberi nama Abdul Qadir.
Ada keanehan pada sang bayi. Di siang bulan Ramadhan tak mau menyusu ibunya sebelum magrib tiba.
Usia 17 th dia belajar ke Baghdad. Menjadi santri kesayangan Abu zakaria tebrezi, Rektor Universitas Jamiah Nizamiah, dan menjadi murid seorang sufi terkenal, Syeikh Abu Said Makhzumi.
Karena asalnya dari Jailan,ia sering disebut Syeikh Abdul Qadir Al Jailani. Ulama besar sulthanul auliya' (Sultanya para wali Allah). Tanggal 11 Rabiul awal 561H sang ulama besar wafat. Dunia Islam menangis ditinggalkannya.